Perawatan Luka Dekubitus di Rumah
Luka dekubitus atau luka baring sering terjadi pada pasien lansia yang tirah baring lama, misalnya setelah stroke atau penyakit kronis. Tanpa perawatan yang tepat, luka ini dapat memburuk dan menyebabkan infeksi serius.
Apa Itu Luka Dekubitus?
Luka dekubitus muncul karena tekanan berkepanjangan pada satu area tubuh sehingga aliran darah ke kulit terganggu. Area yang paling sering terkena antara lain punggung, bokong, tumit, dan siku.
- Tekanan tubuh terlalu lama pada satu posisi
- Gesekan kulit dengan kasur atau permukaan keras
- Kondisi gizi kurang baik
- Sirkulasi darah lemah
Mengapa Perawatan Luka Dekubitus di Rumah Penting?
Perawatan luka dekubitus di rumah dilakukan untuk mendukung rencana perawatan medis pasien agar proses penyembuhan lebih nyaman dan terpantau di rumah. Perawat profesional dapat melakukan tindakan dengan aman di rumah pasien sambil melibatkan keluarga dalam proses pemulihan.
Detail Layanan
Pemeriksaan
- Mengkaji kondisi luka (grade, lokasi, ukuran, nyeri, dan adanya infeksi)
Perawatan & Terapi
- Pembersihan Luka
- Penggantian Perban Steril
Edukasi & Konseling
- Edukasi Reposisi Tubuh
Ringkasan Paket
- Estimasi Durasi: ±100 menit
- Frekuensi: Beberapa kali kunjungan hingga luka tertutup
- Persiapan Klien: -
Tanda Luka Dekubitus yang Perlu Ditangani Segera
- Luka tampak merah tua, kehitaman, atau berisi nanah
- Terdapat bau tidak sedap atau cairan keluar dari luka
- Pasien mengeluh nyeri pada area tertentu
- Luka melebar meskipun sudah dibersihkan
Mengapa Memilih CareRing.id?
- Perawat tersertifikasi: berpengalaman menangani luka dekubitus dari tahap ringan hingga berat.
- Pemesanan mudah: cukup lewat website atau WhatsApp resmi CareRing.id.
- Tersedia di banyak kota: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya.
- Laporan digital: setiap kunjungan dilengkapi catatan dan dokumentasi perkembangan luka.
Cara Mencegah Luka Dekubitus di Rumah
- Ubah posisi tidur pasien setiap 2–3 jam.
- Gunakan kasur anti-decubitus atau bantal penopang lembut.
- Pastikan kulit pasien bersih dan kering.
- Berikan asupan protein dan cairan cukup.
- Periksa area tubuh berisiko luka setiap hari.